Uncategorized

Hubungan antara etika dan tasawuf dalam Islam

Dalam Islam ada istilah etika dan tasawuf. Etis dan tasawuf memiliki beragam pendapat dan hubungan yang saling melengkapi.

Ajaran tentang tasawuf, pada kenyataannya, bukanlah ajaran standar dalam Islam dan disetujui oleh berbagai kelompok ulama. Ada beberapa pandangan dan pemikiran yang berkontribusi terhadap tasawuf.

Dalam artikel ini, kita hanya membahas benang merah etika dan tasawuf secara umum, tetapi tidak mempelajari lebih jauh tentang apa tasawuf dan berbagai arus tentangnya.

Hal ini agar dapat sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia, Sifat Penciptaan Manusia, Konsep Manusia dalam Islam dan Sifat Manusia Menurut Islam yang didirikan oleh Tuhan, ketika itu akan dilaksanakan .

Memahami Sufisme

Istilah tasawuf berasal dari kata sufi, yang berarti suci. Bahkan, tasawuf datang dari kelompok sufi yang selalu menghubungkan ajaran agama dengan perasaan cinta yang mendalam dan kemurnian hati.

Karena alasan ini, tasawuf didefinisikan sebagai memurnikan hati dan mencegahnya agar tidak terluka, kotor dan kemudian dapat membuat hati jernih dan selaras dengan hubungan antara manusia dan Tuhan.

Sufisme sendiri menjelaskan bagaimana mengembangkan roh manusia agar dapat mendekati Tuhan. Sampai batas tertentu, ada istilah Makrifat, yang berarti bergabung dengan Tuhan. Ini adalah pencapaian atau tujuan terbesar tasawuf.

Sufisme menekankan disiplin dalam ibadah, dengan fokus pada tujuan hidup menuju Tuhan dan pembebasan dari keterikatan diri dan manusia dengan kehidupan duniawi. Sufisme mengajarkan untuk tidak mencintai dunia fana dan hanya mengharapkan keridhaan Allah.

Dunia yang fana hanya akan membuat orang melupakan cinta kebenaran, yaitu, sifat cinta hanya untuk Allah SWT. Untuk alasan ini, masalah duniawi pasti akan dihindari dan dikurangi oleh orang-orang Sufi.

Ajaran Dasar Sufisme

Dasar dari ajaran tasawuf adalah untuk membersihkan diri Anda dari dosa, mencari berkah Tuhan, dan hidup dalam keadaan zuhud. Mereka menghiasi hati dengan cinta dan menghiasi diri mereka dengan etika yang mulia. Ajaran tasawuf didasarkan pada beberapa pandangan, termasuk pandangan mereka.

• Pandangan bahwa perilaku nabi Muhammad adalah nilai tasawuf

Perilaku Nabi Muhammad terhadap sufisme ulam adalah cerminan dari perilaku sufisme. Di antara mereka adalah keheningan di gua Hira, mereka hidup dalam zuhud atau sederhana, mereka tidak mencintai harta duniawi, mereka selalu mendekati Tuhan melalui zikir, doa dan doa.

Pandangan tasawuf juga muncul karena pandangan tentang karakteristik Nabi Muhammad, seperti pertobatan, kesabaran, tawakal dan persetujuan atas apa yang telah diberikan Tuhan. Perilaku dianggap sesuai dengan ajaran tasawuf dan sesuai dengan tujuan mencapai keridhaan Allah SWT.

Ayat-ayat dalam Quran

Dalam ayat-ayat Alquran, ada juga ayat yang membentuk dasar ajaran tasawuf, termasuk:

“Sangat beruntung bahwa orang-orang yang membersihkan jiwa mereka dan benar-benar kehilangan orang-orang yang mencemari jiwa mereka” (Surat ash-Shams: 9)

Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa mereka yang beruntung adalah mereka yang memurnikan jiwa dari tasawuf.

Karena alasan ini, ayat ini menjadi insentif bagi umat Islam untuk selalu menjaga hati mereka dan melindungi mereka agar tidak dicemari oleh hal-hal duniawi atau yang merusak kedamaian jiwa.

Lebih jauh, juga dinyatakan dalam ayat berikut bahwa ayat ini menganjurkan untuk selalu mencintai Tuhan dan Tuhan akan mengampuni dosa bagi mereka yang mencintai Tuhan. Tentu saja, ini juga menjadi dasar tasawuf bahwa cinta Tuhan adalah segalanya.

“Katakan:” Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikuti aku, pasti Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu. “Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Surat Ali Imran: 31)

Pemahaman dasar dan etika Islam

Etika dalam Islam adalah dasar untuk menghitung hal-hal baik atau buruk. Landasan moralitas dalam Islam didasarkan pada aspek ketuhanan, di mana benar atau salah, serta kebiasaan baik atau buruk tergantung pada apa yang dikatakan oleh Allah SWT. Pertimbangan moral Islam meliputi berdasarkan:

Kepatuhan dan kepatuhan kepada Allah SWT

“Hai kamu yang beriman, patuhi Allah dan Rasul-Nya dan Ulil Amri di antara kamu, jadi jika Anda memiliki pendapat yang berbeda tentang sesuatu, kembalikan kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnah) jika Anda benar-benar memiliki keyakinan pada Allah dan seterusnya, ini lebih penting (untuk Anda) dan konsekuensi yang lebih baik. “(An-Nisa: 59)

Etika Islam menentukan untuk mematuhi Allah SWT dan melarang melampaui perintahnya.

Untuk alasan ini, etika Islam didasarkan pada kepatuhan dan kepatuhan hanya kepada Allah SWT. Menurut firman Tuhan, yang baik dan yang jahat bukanlah manusia atau ajaran yang bukan dari Tuhan.

Untuk info lebih jelasnya lagi mengenai tentang tasawuf bisa teman-teman lihat di situs duniapondok.com. Sekian terima kasih